Sejarahwan: Penutur Bahasa Aceh Makin Luntur

Banda Aceh, (Analisa). Sejarahwan Aceh, Drs Rusdi Sufi, mengatakan jumlah penutur bahasa Aceh dari hari ke hari kian luntur dan berkurang. Ini menjadi fenomena buruk bagi perkembangan bahasa Aceh itu di masa akan datang.
Sebagai bukti kecil, Rusdi mengungkapkan, para remaja Aceh saat ini sudah jarang menggunakan bahasa Aceh walaupun sesama orang Aceh dalam pergaulan sehari-hari. Bahkan fenomena ini makin buruk lagi seakan ada orang Aceh tidak lagi mempunyai kebanggaan dalam berbahasa Aceh.

Fenomena ini salah satunya disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya membudayakan bahasa Aceh. Hal tersebut sangat kontras dengan bahasa Jawa, yang menurutnya sampai sekarang masih mengakar di lisan penggunanya.

“Ini sangat memprihatinkan, karena dikhawatirkan jika kondisi ini dibiarkan bahasa Aceh akan hilang,” ujar Rusdi Sufi kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (13/5).

Rusdi yang juga Direktur Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh (PDIA) mengatakan, dibandingkan orang Jawa, di mana kesadaran berbahasanya sangat tinggi. Hampir di semua sendi kehidupan dan di manapun berada kecendrungan berbahasa Jawa tetap tinggi.

“Kalau kita pergi ke pasar, walau kita berbicara bahasa Indonesia, biu-ibu itu menjawabnya dengan bahasa Jawa. Guru-guru di sana juga memadupadankan bahasa Jawa dengan Indonesia,” jelas Rusdi mencontohkan sembari menambahkan kebiasaan tersebut menurutnya sangat mendukung bertahannya bahasa Jawa di tengah gerusan arus globalisasi.

Untuk mengatasi masalah ini, lanjut Rusdi, sekolah-sekolah harus membudayakan bahasa Aceh baik di dalam kurikulum maupun dalam tindakan kelas. Sekolah boleh saja menggunakan bahasa Indonesia, namun sebaiknya bahasa Aceh tidak dilupakan.

“Selain itu, pelajaran tentang sejarah Aceh seharusnya digalakkan lagi,” tegas Rusdi.

Muatan lokal

Kepala Bidang Kurikulum SMPN 2 Banda Aceh, Nila yang ditemui terpisah mengatakan sekolahnya masih menyertakan bahasa Aceh sebagai muatan lokal. Hal ini dilakukan sebagai upaya meperkenalkan dan mempertahankan bahasa Aceh itu sendiri.

“Bahasa Aceh harus terus diajarkan demi menjaga budaya kita,” ujar guru SMP 2 tersebut.

Dikatakan, selama ini kendala dalam mengajarkan bahasa Aceh adalah tidak adanya guru yang benar-benar dari pendidikan bahasa Aceh, selain juga keterbatasan buku teks. Untuk menjaga kelestarian bahasa Aceh agaknya dapat dimulai dari rumah.

“Orang tua perlu membiasakan anaknya berbahasa Aceh sejak dini,” tambah Nila sembari menambahkan pengajaran bahasa Aceh dengan tujuan agar anak-anak Aceh sekarang jangan sampai tidak bisa berbahasa Aceh atau bahasa ibu.

Di lain pihak, Wakil Bidang Kurikulum SMAN 3 Banda Aceh, Ramlah, mengatakan mereka tidak lagi memasukkan bahasa Aceh dalam pelajaran. Sebab, sesuai tuntutan, tingkat SMA tidak lagi mengajarkan bahasa daerah, cukup di SMP saja.

“Jadi prioritas kami adalah bahasa asing karena nantinya siswa akan berangkat ke jenjang nasional atau internasional,” ujar Ramlah.

Untuk membudayakan bahasa Aceh, lanjut Ramlah orang tualah yang perlu membiasakan berbahasa Aceh sejak dari rumah. Dengan demikian, bahasa Aceh tetap membudaya walau di sekolah tidak ada pelajaran bahasa Aceh. (irn)

About aneuknanggroe89

Menyingkap tentang rahasia alam dan fakta dunia!

Posted on 21 August 2011, in Fakta Aceh and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. Hadi Sahputra

    Bahasa Aceh adalah salah satu bahasa daerah yang harus dilestarikan agar tetap bertahan sampai ke anak cucu. (Acehnese must be maintained). Pemertahanan bahasa daerah wajib dilakukan oleh penutur bahasa tersebut jika tidak maka bahasa tersebut bisa saja menjadi beralih, terancam, sekarat, mati, dan punah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: