Kampanye anti rokok di Brunei Darussalam

Jika Anda seorang perokok, sebaiknya jangan pernah menginjakkan kaki ke Kerajaan Brunei. Bukan bermaksud menakuti, tapi memang seperti itulah kenyataannya. Merokok di negeri yang dipimpin oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu‘izzaddin Waddaulah itu, sama saja “menasbihkan” diri sebagai orang miskin

Anti Rokok

Padahal, sebagai negara kecil yang terletak di bagian utara Pulau Borneo/ Kalimantan, Brunei terkenal dengan kemakmurannya. Pendapatan per kapita warganya tertinggi di Asia Tenggara. Kenyataan ini juga diikuti dengan ketegasan dalam melaksanakan syariat Islam, baik dalam bidang pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat. Salah satunya adalah kebiasaan merokok yang diangggap merugikan kesehatan dan kesejahteraan warga negara.

Karenanya tak mengherankan jika negara berpenduduk hanya 350 ribu orang itu, sigap mengambil sikap terhadap rokok. Dibuat peraturan sangat tegas untuk mempersempit ruang gerak para penikmat tembakau, khususnya di tempat-tempat umum. Seperti menindak mereka yang merokok di terminal bis, restoran, mall, kantor-kantor kerajaan, atau tempat-tempat umum lainnya. Hukuman bagi pelanggar berupa denda uang yang sangat mahal sebesar B$ 1000 (Rp.6.900.000,-).

Para penjual rokok juga dilarang memajang banyak-banyak bungkus rokok di etalase jualannya. Mereka hanya diperbolehkan memajang satu bungkus rokok untuk setiap produk rokok yang dijual. Selain itu, dilarang keras menjual rokok kepada anak-anak di bawah umur 18 tahun. Jika berani melanggar, siap-siaplah menerima denda selangit.

Untuk harga rokok, juga mendapat perhatian dari pihak kerajaan. Selama rentang 10 tahun terakhir ini, pemerintah Brunei telah menaikkan cukai rokok per bungkus. Harga rokok di sana amatlah mahal.

Di tahun 2000, harga rokok putih ( jenis rokok berfilter) dijual masih dengan harga yang murah, berkisar antara B$ 1.6 (Rp.11.040,-) hingga B$ 2 (Rp.13.800,-). Namun, 5 tahun kemudian harga itu melonjak menjadi B$ 3.8 (Rp.26.220,-) hingga B$ 4 (Rp.27. 600,-).

Tak cukup sampai di situ, pada pertengahan tahun 2010 pihak kerajaan kembali menaikkan harga satu bungkus rokok berisi 12 sampai 16 batang menjadi B$ 6.8 (Rp.46.920,-) hingga B$ 7 (Rp.48. 300,-). Harga yang sangat fantastis bukan?

Bayangkan saja jika Anda adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Brunai. Pendapatan TKI di sana berkisar antara B$ 10 (Rp.69.000,-) hingga B$ 25 (Rp.172.500,-) perhari. Kalau punya kebiasaan merokok satu atau dua bungkus saja tiap harinya, bisa dihitung berapa pendapatan bersih TKI tersebut. Mereka bukannya untung bekerja di negeri orang, tapi malah buntung karena sebagian besar uangnya habis untuk membeli rokok.

Perangi Rokok

Sebagai salah satu kerajaan Melayu tertua di antara kerajaan-kerajaan lain di tanah Melayu, langkah pemerintah Brunei patut ditiru. Terutama bagi negara-negara yang dikenal sebagai konsumen rokok dunia, seperti Indonesia. Negara Indonesia harusnya mencontoh sikap dan tindakan tegas pemerintah Brunei dalam memerangi kebiasaan merokok. Tindakan tersebut membuat para perokok tidak betah dan merasa seperti di neraka.

Memang, pemasukan dari pajak rokok bagi negara terbilang amat besar. Bisa mencapai trilyunan rupiah setiap tahunnya. Tapi, itu tak sebanding dengan akibat negatif dari rokok.

Selain jelas-jelas merusak kesehatan para perokok atau pun yang tidak merokok, rokok juga menyuburkan perilaku sia-sia. Tiap harinya, uang yang dimiliki perokok harus “dibakar” dalam tiap batang rokok. Bukan untuk hal-hal produktif lainnya. Betul-betul sebuah kesia-siaan!

Tak hanya itu, dengan akibat negatif rokok bagi kesehatan, berarti menurunkan kualitas Sumber Daya Manuusia (SDM) yang sehat raganya. SDM-SDM yang dimiliki bangsa ini jadi tergerogoti oleh penyakit-penyakit mematikan dari sebatang rokok.

Jika kualitas SDM suatu bangsa menurun, maka bisa dipastikan kualitas dari negara tersebut pun pasti akan menurun. Tentunya, kita sebagai bangsa besar tak ingin mengalami hal seperti itu. Semua ini bisa dimulai dengan memerangi kebiasaan merokok.

Tips Cara Berhenti Merokok

1. Belilah merk rokok yang harganya murah dan kualitas pas-pasan.

Biasanya kalau orang yang sudah terbiasa merokok dengan rokok enak, dan suatu saat merokok dengan rokok yang tidak enak akan merasa gatal di tenggorokan dan seperti gak ada rasa di lidah, hambar. Diharapkan ini dapat mengurangi intensitas merokok. Selain itu, biasanya orang akan malu merokok di tempat umum jika rokoknya rokok murahan, jadi kalau mau merokok harus cari tempat yang sepi, beda jika rokoknya merk mahal. Dengan santainya, kebul-kebul di tempat umum.

2. Hentikan kebiasaan menunggu atau diam tanpa aktifitas.

Biasanya para perokok suka membunuh waktu luangnya dengan merokok. Begitu tak ada kegiatan, langsung deh buka tuh bungkus rokoknya. Nah, untuk itulah selalu isi waktu luang dengan kesibukan, misalnya jika berada di tempat umum jika kamu cowok, carilah tempat duduk di sebelah cewek yang cakep dan ajaklah dia mengobrol, dengan begitu kamu akan lupa dengan rokokmu hihihi. Begitu kehabisan bahan obrolan, coba buka handphone kamu dan mulailah aktifitas chatting atau sekedar browsing asal tidak membuka situs yang tidak-tidak hehe.

3. Biasakan merokok sambil minum, entah kopi atau es.

Jika sudah terbiasa merokok ditemani kopi atau es seperti saya, maka kalau tak ada minuman merokok pun malas.

4. Jika kebelet merokok tundalah beberapa menit sampai keinginan itu hilang.

Kalau masih ingin merokok, tariklah napas dalam-dalam melalui mulut, lalu keluarkan secara perlahan dengan menyempitkan bibir Anda. Ulangi 5-10 kali.

5. Cobalah membawa permen mint di saku kamu.

Kalau rasa ingin merokok muncul, cobalah emut permen yang ada di saku anda. Diharapkan, permen dapat mengurangi ketagihan kamu akan rokok.

6. Beritahu orang di seliling kamu kalau kamu berniat berhenti merokok.

Beritahu teman, keluarga dan lain lain kalau tekad kamu untuk berhenti merokok sudah bulat. Jadi, selain mereka yang masih merokok merasa malu merokok di depanmu juga akan mendapat support yang membuatmu merasa tidak sendirian sehingga muncul power yang luar biasa untuk mewujudkan keinginanmu itu.

7. Bergaullah dengan orang-orang yang telah berhasil berhenti merokok.

Diharapkan kamu akan bisa share tips-tips terampuh dari mereka untuk berhenti merokok.

8. Pindahkan semua barang-barang yang berhubungan dengan rokok.

Barang seperti asbak, korek api hanya akan mengingatkan kamu untuk merokok.

9. Jangan pedulikan provokasi orang lain.

Jika kamu termasuk perokok yang hanya buat gaya-gayan atau takut dibilang banci oleh temanmu. Yakinlah, bahwa kamu itu pria sejati. Bayangkan, jika karena merokok kemudian mereka terkena impotensi di usia muda sedang kamu yang tidak merokok sampai umur di atas 70 tahun masih greng. Siapa yang pria sejati coba?

10. Cobalah introspeksi diri.

Tanya dirimu sendiri, apa yang sudah kamu dapatkan dengan merokok. Kalau bisa kamu tulis satu persatu untung ruginya dari merokok tersebut.

11. Semuanya kembali pada dirimu sendiri.

Kalau tekad kamu sudah bulat, yakinlah pasti bisa. Kalau cuma setengah-setengah seperti aku, maka jika suatu saat nongkrong bareng kebiasaan itu pasti muncul lagi.

Sumber

About aneuknanggroe89

Menyingkap tentang rahasia alam dan fakta dunia!

Posted on 1 December 2011, in Kesehatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: