Tari Saman Masuk Daftar Warisan Budaya Dunia

NUSA DUA -Lewat perjuangan panjang akhirnya Tari Saman asal Provinsi Aceh ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda yang memerlukan perlindungan mendesak.

Penetapan Tari Saman dihasilkan lewat ketok palu Sidang ke-6 Komite Antar-Pemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda UNESCO di Nusa Dua, Bali, Kamis (24/11/2011).

Dalam sidang tahunan yang dihadiri lebih dari 500 anggota dari 69 negera itu, seni budaya Saman dari Gayo Lues dan sekitarnya di Provinsi Aceh, resmi masuk Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Pelindungan Mendesak UNESCO.

Berkas nominasi Tari Saman telah disusun secara teliti dan diajukan kepada UNESCO pada Maret 2010 oleh Menko Kesra Agung laksono dengan dukungan penuh Pemerintah Pusat, pemerintah Provinsi Aceh, Bupati Gayo Lues, H. Ibnu Hasim serta pemeritah Kabupaten Gayo Lues, dan masyarakat.

Setelah berkas diperiksa Sekretariat UNESCO kemudian oleh NGOs dan pakar internasional, diajukan dalam sidang di Bali pagi ini, Alhamdulillah, dinyatakan memenuhi persyaratan dan dengan ketok palu pukul 09.47 WITA.

Tari Saman dinyatakan masuk dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda yang Memerlukan Pelindungan Mendesak UNESCO.

“Kita bersyukur atas dimasukannya Tari Saman dalam daftar warisan budaya takbenda yang memrlukan perlindungan mendesak UNESCO,” ujar Menko Kesra H. Agung Laksono dalam rilis yang diterima okezone hari ini.

Agung menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang untuk meneliti di lapangan, kemudian menyusun berkas, serta mendukung dan memperjuangkan nominasi Tari Saman ini sampai disidangkan di Bali.

Menko Kesra mengingatkan, upaya pelestarian Saman tidak berakhir dengan penerimaan piagam yang ditandatangani Direktur Jenderal UNESCO saja.

Tak kalah pentingnya, lanjuta dia, ini merupakan awal pelaksanaan rencana tindakan untuk melindungi dan mengembangkan warisan budaya Saman oleh semua pemangku kepentingan.

Sidang ke-6 Unesco yang dihadiri kalangan LSM internasional, pakar budaya dan media telah berlangsung di Bali International Convention Centre (BICC) mulai 22-29 November 2011.

Indonesia dipercaya oleh 137 Negara Konvensi 2003 UNESCO untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda untuk menjadi tuan rumah dan memimpin Sidang yang bergengsi ini.

Sidang UNESCO dibuka 22 November 2011 malam oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, H. Agung Laksono, didampingi Direktur Jenderal UNESCO, Madame Irina Bokova. Juga hadir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, dan Wakil Direktur-Jenderal Bidang Kebudayaan UNESCO, Franceso Bandarin.

Sumber

About aneuknanggroe89

Menyingkap tentang rahasia alam dan fakta dunia!

Posted on 1 December 2011, in Fakta Aceh and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: