Buru Paus, Jepang Pakai Dana Korban Tsunami

Pemerintah Jepang menuai kecaman dari berbagai lembaga lingkungan hidup karena tetap melanjutkan perburuan paus tahunan mereka. Terlebih lagi, untuk memuluskan perburuan ini, Jepang menggunakan dana pemulihan wilayah korban gempa dan tsunami.

Menurut laman The Independent, Jumat 9 Desember 2011, pemerintah Jepang mengalokasikan dana untuk rekonstruksi pasca tsunami demi kepentingan perburuan paus sebesar 2,28 miliar yen (Rp267 miliar). Dana ini adalah bagian dari 500 miliar yen anggaran pemerintah untuk pengeluaran yang berhubungan dengan perikanan.

Lembaga Perikanan Jepang membenarkan hal ini. Juru bicara lembaga ini, Tatsuya Nakaoku, mengatakan bahwa perburuan paus malah akan membantu wilayah-wilayah pesisir yang tertimpa tsunami untuk maju. Wilayah-wilayah ini terkenal sebagai kota paus karena perdagangan dan masakan daging pausnya yang terkenal.

“Banyak warga di wilayah tersebut justru menunggu operasi perburuan paus komersil kembali dilanjutkan,” kata Nakaoku. Sebagian uang tersebut, kata Nakaoku, digunakan untuk memastikan kapal pemburu paus dapat berlayar.

Direktur LSM lingkungan Green Peace Jepang, Junichi Sato, mengecam langkah pemerintah Jepang tersebut. Dia mengatakan bahwa pemerintah telah menggelapkan uang para korban gempa dan tsunami demi perburuan paus. “Ini semakin mempermalukan industri perburuan paus dan para politisi pendukungnya,” kata Sato.

Kapal pemburu paus telah meninggalkan pelabuhan di Shimonoseki secara diam-diam Selasa lalu. Kapal-kapal ini dikawal oleh beberapa kapal penjaga pantai, patroli laut dan keamanan lainnya. Menurut media lokal, target mereka kali ini adalah menangkap 930 paus minke.

Seperti halnya perburuan paus sebelumnya, perburuan kali ini pun akan dibuntuti oleh Sea Shepherd Conservation Society, sebuah LSM pelindung laut yang berbasis di Amerika Serikat. “Tahun lalu kami mengejar mereka sampai Amerika Selatan sebelum akhirnya kami pulang. Kami telah mengalahkan mereka secara finansial, sekarang kami akan mengalahkan mereka secara politis,” kata Paul Watson, kepala Sea Shepherd.

Perburuan paus Jepang adalah acara yang rutin dilakukan setiap tahunnya. Sejak tahun 1987, berbagai negara telah memerintahkan penghentian perburuan tersebut. Namun, dengan dalih ekspedisi ilmiah mengenai paus, mereka berhasil lolos dari hukum internasional. Setiap perburuan, sekitar 1.000 paus dibantai. (eh)

About aneuknanggroe89

Menyingkap tentang rahasia alam dan fakta dunia!

Posted on 10 December 2011, in Fakta Dunia and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: