Blog Archives

Sering Melamun Jadi Lebih Cerdas?

melamunOrang dengan pikiran kerap mengembara kemungkinan mempunyai otak lebih tajam.
Sebuah studi menunjukkan bahwa orang yang terus menerus “terganggu” ternyata mempunyai “memori kerja” lebih banyak. Hal tersebut membuat mereka bisa melakukan dua hal bersamaan dalam satu waktu.
Psikolog dari University of Wisconsin-Madison, Daniel Levinson, mengatakan mereka yang mempunyai kapasitas memori kerja lebih tinggi dilaporkan lebih sering melamun selama mengerjakan tugas-tugas sederhana meskipun prestasi mereka tidak meragukan. Read the rest of this entry

Usia 4 Tahun IQ Mendekati Einstein dan Hawking

Seorang gadis kecil di Inggris sedang menjadi berita besar, pasalnya memiliki IQ jauh di atas rata-rata. Umumnya, IQ orang dewasa saja berada di kisaran 100, bahkan orang berbakat (IQ 130) sekalipun. Bayangkan saja, IQ balita ini mencapai 159. Hanya satu poin di bawah IQ Albert Einstein dan Stephen Hawking.

Foto source: index.hr

Namanya Heidi Hankins, tinggal di Winchester Hampshire, Inggris. Putri dari Matthew Hankins (47), seorang dosen di Universitas Southampton, dan Sophy (43) – seorang seniman.

Kejeniusan Heidi diamati dua orang tuanya ketika menginjak usia 14 bulan ia sudah bisa menggambar manusia dan hewan dengan sangat baik. Read the rest of this entry

TIME DILATION, Teori Pelebaran Waktu Einstein

Waktu selalu berjalan dalam kecepatan yang konstan. Einstein tidak berpikir demikian. Ide dia adalah semakin kita mendekati kecepatan cahaya, semakin lambat waktunya relatif dibandingkan kondisi orang yang tidak bergerak. Dia menyebutnya melambatnya waktu karena gerakan.. Bayangkan kamu berdiri di bumi, memegang jam dan teman baikmu ada di dalam roket dengan kecepatan 250.000km/detik. Temanmu juga memegang sebuah jam. Kalau kamu bisa melihat jam yang dibawa temanmu, kamu akan melihat bahwa jam itu tampak berjalan lebih lambat daripada jam kamu. Sebaliknya temanmu akan merasa jam yang ia bawa berjalan biasa2 aja (tidak melambat), dia pikir malah jam kamu yang tampak berjalan lebih lambat.

Einstein memberikan contoh untuk menunjukan efek perlambatan waktu yang dia sebut “Paradoks kembar”, Mari kita mencobanya dengan menganggap ada 2 orang kembar bernama Eyne dan Stine. Dua2nya kita anggap berumur 10 tahun.

Eyne memutuskan dia sudah bosan di bumi dan perlu liburan. Dia mendengar bahwa ada hal yang menarik di sistem bintang Alpha3, yang berjarak 25 tahun cahaya. Stine yang harus mengikuti ujian matematika minggu depan, harus tinggal di rumah untuk belajar. Jadi Eyne berangkat sendiri. Ingin sampai secepatnya di sana, dia memutuskan untuk berjalan dengan kecepatan 99,99% kecepatan cahaya. Perjalanan ke sistem bintang itu bolak balik membutuhkan waktu 50 tahun. Apa yang terjadi ketika Eyne kembali? Stine sudah 60 tahun, tapi Eyen masih berumur 10 ½ tahun. Bagaimana mungkin? Eyne sudah pergi selama 50 tahun tapi hanya bertambah umur ½ tahun!

Ide Einstein tentang waktu yang melambat tampak benar dan semua adalah teori, tapi bagaimana kamu tahu kalau dia benar? Salah satu cara adalah dengan naik roket dan memacu roket itu mendekati kecepatan cahaya. Tapi sampai saat ini, kita belum bisa melakukannya. Tapi ada satu cara untuk mengetestnya. Read the rest of this entry

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Read the rest of this entry

Inilah Kisah Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos yang Akhirnya Terbantahkan

Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada? Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini.

“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”. Read the rest of this entry